Semangat Datang. email: papi@pasarpetani.com. 085288703410
Home » » Penanganan Pasca Panen dan Pengemasan Sayuran

Penanganan Pasca Panen dan Pengemasan Sayuran

Written By ria mz on Selasa, 23 Juli 2013 | 00.31.00

Sayuran setelah dipanen masih tetap mengalami proses hidup, dalam arti masih berlangsungnya respirasi,menyerap oksigen (O2) serta memproduksi CO2 dan gas ethylene. Respirasi sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat kesegaran, sehingga akan mempengaruhi atau menyebabkan penurunan kualitas sayuran. Proses respirasi ini ada yang berjalan lambat seperti bawang, kentang, ubi jalar; ada yang berjalan sedang seperti kol/kubis, tomat, kentang muda, mentimun; ada yang berjalan cepat seperti buncis; dan ada yang berjalan sangat cepat seperti jagung manis.

Kualitas suatu sayuran tidak dapat ditingkatkan atau diperbaiki setelah dipanen, akan tetapi hanya dapat dipertahankan. Cara untuk dapat mempertahankan kualitas tersebut antara lain dengan melakukan:
  • Penanganan pasca panen secara baik
  • Penyimpanan di tempat yang cocok/ideal
  • Pengemasan yang benar.


Beberapa kerugian yang diakibatkan oleh penanganan pasca panen yang kurang benar antara lain :

  • Penurunan bobot berat
  • Mechanical injury :
  • Memar yang menyebabkan penurunan  mutu
  • Goresan pada lapisan pelindung kulit yang bisa menyebabkan masuknya bakteri.
  • Mempercepat kematangan sehingga menurunkan shelf life
  • Perubahan warna
  • Penampilan dari sayuran tersebut kurang menarik : Layu, Keriput

Beberapa cara penanganan pasca panen yang tepat antara lain :
  1. Menurunkan suhu produk sayuran secepat mungkin. Setiap jenis produk sayuran memerlukan suhu yang berbeda-beda. Sebagai contoh : sayuran daun biasanya disimpan pada suhu antara  0 – 4º C,   sedangkan untuk sayuran buah biasanya disimpan pada suhu 10 – 14º C.
  2. Kurangi kemungkinan penguapan (transpirasi).
  3. Sayuran yang sensitive terhadap gas ethylene jangan dicampur dengan  sayuran yang mudah memproduksi ethylene.
  4. Penanganan pada waktu panen harus hati-hati (jangan sembrono dan kasar).

DIAGRAM ALIR PENANGANAN SAYURAN


Di samping penanganan pasca panen yang harus dilakukan secara benar faktor pengemasan juga perlu diperhatikan


Tujuan pengemasan antara lain adalah :
  1. Menghambat penurunan bobot berat akibat transpirasi.
  2. Meningkatkan citra produk.
  3. Menghindari/mengurangi kerusakan pada waktu pengangkutan.
  4. Sebagai alat promosi.

Sumber :  Subdit Teknologi Pengolahan Hasil Hortikultura, Ditjen BPPHP Departemen Pertanian
                Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan, Jakarta Selatan Telp. (021) 78842007; Fax 7818202
                e-mail: aminah@deptan.go.id 
Pengambilan Gambar : Kegiatan Pengemasan Sayuran di Koperasi Mitra Tani Parahyangan Cianjur








Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Pusing cari??? Ketik ajaa >>>.

Memuat...

>> TwitPap

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | Brantakan Studio
Copyright © 2011. Pasar Petani - Pasarnya Agripreneur - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Modified by Brantakan Studio