Ads (728x90)

Dalam kaitannya dengan perilaku konsumen, budaya dapat didefinisikan sebagai sejumlah total dari beliefs, values, dan customs yang dipelajari yang ditujukan pada perilaku konsumen dari anggota masyarakat tertentu. Lebih luas lagi, baik values maupun beliefs merupakan konstruk mental yang mempengaruhi sikap yang kemudian berpengaruh terhadap kecenderungan seseorang untuk bertindak terhadap perilaku tertentu. Berbeda dengan values dan beliefs yang menjadi pedoman berperilaku, customs atau kebiasaan terdiri dari perilaku rutin sehari-hari yang merupakan cara berlaku yang dapat diterima.
Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis sehingga pengaruhnya terhadap perilaku konsumen dalam mengkonsumsi sering diterima begitu saja. Karena itu tanpa disadari setiap perilaku konsumsi konsumen selalu dipengaruhi latar belakang budaya.
Budaya memiliki andil besar mempengaruhi konsumen dalam memilih suatu produk, kapan produk dibeli dan dikonsumsi, dimana produk tersebut dibeli, bagaimana produk tersebut dikonsumsi dan kenapa produk tersebut dibeli. Resistensi konsumen atau penerimaan konsumen terhadap suatu produk tertentu akan terjadi akibat pengaruh dari budaya lingkungan di sekitar konsumen tersebut. Budaya memiliki peranan yang sangat kuat terhadap perilaku konsumen dalam menkonsumsi.
            Contoh :
1.      Di indonesia, negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam, mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu produk. Mereka lebih memilih produk-produk yang berlabel halal, disesuaikan dengan kaidah dan ketentuan agama islam. Kaidah dan ketentuan agama islam tersebut terkadang juga mempengaruhi penduduk Indonesia lainnya yang bukan beragama islam.
2.      McDonald’s dan KFC, banyak orang yang menginginkan untuk dilayani dengan cepat, mempersiapkan makanan ketika mereka sedang dalam perjalanan dari rumah. Orang-orang Amerika jarang sarapan pagi karena biasanya mereka terlalu sibuk dipagi hari hanya untuk membuat dan makan sarapan yang lengkap.
3.      Keawetmudaan (youthfulness) sangat berbeda dengan pemuda (youth) yang merupakan suatu tingkatan umur. Orang Amerika sangat terobsesi untuk terlihat muda dan berperilaku seperti orang yang muda, meskipun berlawanan dengan usia mereka sebenarnya. Bagi orang-orang Amerika, selain melalui pikiran-pikiran keawetmudaaan juga terpancarkan dari perilaku mereka, yang kadang-kadang diekspresikan melalui kata-kata seperti “berjiwa muda”, “bersemangat muda”, dan “berpenampilan muda” sehingga produsen kosmetik menciptakan produk yang menggambarkan wanita yang berperang melawan penuaan dini sebagai contoh adalah produk Olay® Total Effect

Poskan Komentar

Bagaimana Komentar Anda?