Ads (728x90)


Bapak Margono Djojohadikusumo dalam bukunya yang berjudul “10 Tahun Koperasi” 1941 mengatakan bahwa: “Koperasi ialah perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan sukanya sendiri dan hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.” Dalam pemaknaan tersebut dapat disimpulkan bahwa koperasi dilakukan secara sukarela dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi para anggotanya.
Bagi Petani, koperasi masih belum mengandung makna tersebut, karena dilapangan, petani masih merasa bergabung atau bekerja sama dengan koperasi tidak menguntungkan. Petani banyak yang lebih percaya pada tengkulak atau bank untuk meminjam uang, dan kegiatan produksi dengan swadaya atau bekerja sama dengan non-koperasi. Padahal secara asas dan prisnsip koperasi banyak sekali manfaatnya bagi anggota.
Tugas para sarjana muda lah untuk melakukan lebih banyak lagi kerja untuk memajukan lembaga koperasi dan menyebarkan informasi secara seluas-luasnya tentang kesuksesan  dan manfaat koperasi.
Seperti delapan buah asas yang  dikemukakan Rochdale, berikut adalah manfaat berkoperasi dikaitkan dengan petani sebagai anggota:
1.      Pengendalian secara demokrasi, yang artinya setiap petani jika menjadi anggota berhak bebas mengutarkan pendapatnya, dang pengurus akan mendengarkan.
2.      Keanggotaan yang terbuka, yang artinya setiap anggota petani dan pengurus dapat saling berkomunikasi tentang banyak hal yang berkaitan dengan sistem yang ada di dalam koperasi. Keuangan dan seluruh kegiatan dilakukan secara terbuka dengan dilaporkan dalam bentuk laporan hitam di atas putih sehingga para anggota petani mengerti sejelas-jelasnya.
3.      Bunga terbatas atas modal, yaitu persentase pengembalian uang pinjaman tetap sesuai dengan modal pinjaman.
4.      Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota petani proporsional dengan pembeliannya.
5.      Pembayaran secara tunai atas transaksi perdagangan, yang artinya tidak ada hutang yang akan memperlambat perputaran uang.
6.      Tidak boleh menjual barang-barang palsu dan harus murni. Petani dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas produk-produk yang dihasilkannya, dan pengurus akan selalu memberikan informasi teknologi terbaru untuk membantu petani.
7.      Mengadakan pendidikan bagi anggota-anggotanya tentang asas-asas koperasi dan perdagangan yang saling membantu. Dengan begitu, anggota petani juga akan mendapatkan pengetahuan lebih sebagai salah satu pelaku rantai perekonomian.
8.      Netral dalam aliran agama dan politik, yang artinya koperasi tidak turut campur tangan urusan pribadi, dan tidak dapat dicampuri urusan internalnya.
Pada tahun 1966 ICA (International Cooperation Associations), Asosiasi Koperasi Internasional dalam kongresnya yang ke-23 telah memasukkan “Kerja sama antar Koperasi” (Cooperation among Cooperatives) sebagai salah satu asas yang harus dipatuhi oleh semua jenis koperasi. Asas ini nantinya diharapkan agar terjadi penguatan ekonomi antar koperasi dengan saling bekerja sama.
Berikut manfaat Kerja sama antar Koperasi :
1.      Peningkatan daya tawar (bargaining power) koperasi-koperasi yang saling bekerja sama terhadap pihak ketiga.
2.      Menjamin pemasukan bahan baku, jika tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk menjamin kontinuitas pemasukan bahan baku.
3.      Memperoleh keuntungan yang disebabkan karena bisa beroperasi secara besar-besaran (economic of scale).
4.      Bilamana kerja sama tersebut dilakukan oleh organisasi sejenis pada tingkat/jenjang bawahan dengan atasnya, dan dimana dalam bidang usahanya dapat mengadakan integrasi secara vertikal, maka akan dapat menurunkan biaya transaksi (transaction cost).
5.      Jika kerja sama tersebut dilakukan secara horizontal, maka akan meningkatkan kemampuan bersaing mereka terhadap pihak ketiga. (Hendrojogi, 2004)

Poskan Komentar

Bagaimana Komentar Anda?